no comments

Replikasi Virus

Ayobelajarsains.com– Bagaimana sih proses replikasi virus itu? Mungkin pertanyaan tersebut ada dibenak anda sekalian. Sebelum membahasnya, terlebih dahulu kita mempelajari pengertian apa itu replikasi virus. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia versi online, kata replika memiliki makna duplikat atau tiruan. Sedangkan menurut kamus kesehatan Replikasi adalah pelipatgandaan atau reproduksi, khusus digunakan ketika mengacu pada virus (kamuskesehatan.com). Jadi pengertian dari replikasi virus adalah pelipatgandaan atau reproduksi yang dilakukan virus. Pada waktu yang lalu kita sudah membahas tentang virus itu sendiri. Bagi anda yang belum memahaminya, ayobelajarsains.com merekomendasikan anda untuk membacanya sejenak sebelum melanjutkan pembacaan materi ini. Hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk membacanya.

Baca” Mengenal Lebih Dekat Tentang Virus

Seperti yang sahabat ketahui melalui informasi diatas bahwa virus memiliki ciri yaitu hanya hidup dan memperbanyak diri di dalam sel hidup organisme yang lain. Dengan kata lain bahwa virus memerlukan sel hidup untuk berkembang biak. Sel hidup tersebut dapat berupa sel manusia, sel hewan, sel tumbuhan ataupun mikroorganisme.

Jika kita mempelajari tentang replikasi virus, maka kita akan mengenang tokoh ilmuah beasar yaitu Sir Macfarlane Burnet (1899-1985). Siapa Sir Macfarlane Burnet? Beliau adalah seorang ahli virologi dari Australia. Ia merupakan
pelopor penggunaan telur ayam sebagai inang untuk perbanyakan virus. Pada tahun 1960, Burnet dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran bersama dengan Peter Medawar (wikipedia.org).

Perlu anda ketahui bahwa virus pada umumnya hanya menyerang dan berkembang pada sel hidup yang spesifik. sebagai contoh virus bakteriofage hanya menyerang bakteri Escherichia coli, virus rabies hanya menyerang mamalia, dan virus mosaik hanya menyerang tumbuhan tembakau. Selain itu juga, ada beberapa virus yang hanya menyerang sel atau jaringan saja. Contohnya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang sel darah putih dan virus polio yang hanya menyerang sel saraf tepi dan sel-sel epitel.

Lalu bagaimana proses replikasi virus atau reproduksi virus itu sendiri?

Dua Jenis Replikasi Virus

Proses replikasi virus ada dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Sebagai contoh, perhatikan kedua siklus tersebut pada virus bakteriofage T4, yang menyerang bakteri Escherichia coli.

Siklus Litik

Siklus litik merupakan siklus reproduksi pada virus yang puncaknya ditandai dengan matinya sel inang.
Pada saat membran dinding sel inang pecah atau lisis, virus-virus baru yang terbentuk di dalam sel inang akan keluar dan siap untuk menginfeksi sel inang yang baru (Campbell, 1998). Siklus litik pada virus bakteriofage, dimulai ketika ekor bakteriofage menancap pada bagian luar permukaan sel E. coli. Selanjutnya, pembungkus ekor akan masuk lebih dalam menembus membran sel. Melalui ekor tersebut, virus menyuntikkan DNA virus ke dalam sel E. coli. Sekali DNA virus masuk, sel E.coli mulai mengartikan gen-gen virus. Salah satu gen pertama yang diartikan oleh sel E. coli adalah gen untuk menghasilkan enzim penghancur DNA sel E. coli sendiri. Akhirnya setelah DNA sel E. coli hancur, DNA virus mengambil alih metabolisme sel inang.

Bisa anda bayangkan? Jika kendali produksi sudah dikendalikan oleh virus apa yang akan terjadi? Yups DNA virus memerintahkan metabolisme sel inang untuk membentuk komponen virus. Komponen-komponen tersebut terdiri atas kepala, ekor, dan serat ekor. Setelah itu, komponen-komponen tersebut akan membentuk virus-virus baru di dalam sel bakteri tadi. Akhirnya gen dalam DNA virus memerintahkan metabolisme sel inang untuk memproduksi enzim (lisozim) yang dapat merusak dinding sel bakteri. Enzim tersebut menyebabkan dinding sel lisis (pecah) sehingga sekitar 100 hingga 200 virus akan dikeluarkan dari dalam sel bakteri. Keseluruhan tahapan tersebut memerlukan waktu kurang dari 1 jam.

Secara sederhananya, siklus litik dirangkum dalam tahapan berikut ini:

  1. Tahap pertama yaitu Adsorpsi yaitu melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri.
  2. Tahap kedua yang dikenal denganPenetrasi. Pada tahap ini ujung serabut ekor virus masuk dan menyatu dengan sel bakteri sehingga terbentuk saluran dari tubuh virus ke bakteri. Virus memasukkan materi genetiknya (asam nukleat) ke dalam bakteri melalui saluran tersebut. Kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri. Jika telah kosong, kapsid akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
  3. Tahap Ketiga adalah Eklifase. Tahap ini virus mengambil alih perlengkapan metabolik sel bakteri dikarenakan DNA sel inang sudah hancur atau rusak. Virus mengendalikan pembentukan protein dan komponen-komponen tubuh virus baru dengan menggunakan bahan yang tersedia dalam sitoplasma bakteri.
  4. Tahap keempat adalah Replikasi. Setelah DNA sudah di ambil alih maka dilakukan pembentukan bagian-bagian tubuh virus baru.
  5. Tahap kelima adalah Lisis yaitu pecahnya sel bakteri yang mengeluarkan virus-virus baru yang akan menginfeksi bakteri dan memulai daur litik kembali. Bagan siklus litik tersebut sebagai berikut.

Lalu bagaimana dengan siklus Lisogenik

Siklus Lisogenik

Pada siklus ini, dinding sel bakteri tidak akan segera lisis inilah yang membedakan dengan siklus sebelumnya yaitu pada siklus lisogenik, materi genetik virus diproduksi di dalam sel bakteri tanpa menghancurkan inangnya. Tahap awal dari siklus ini adalah virus bakteriofage menempel pada dinding sel bakteri. Kemudian, melalui ekornya disuntikkan DNA ke dalam sel bakteri. DNA virus kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri. DNA virus ini bersifat laten (tidak aktif membelah) DNA baru tersebut dinamakan profage. Profage kemudian mengadakan replikasi. Apabila keadaan lingkungan menguntungkan, profage akan memasuki tahap selanjutnya, yakni siklus litik. Pada tahap tersebut, terjadi biosintesis yang diakhiri dengan pembentukan dan pelepasan virus-virus baru.

Siklus litik dan lisogenik

Keterangan pada gambar silus litik dan lisogenik:

  1.  Virus menyuntikkan DNA-nya ke dalam sel bakteri.
  2. DNA virus bergabung dengan DNA bakteri.
  3. DNA virus mengambil alih fungsi DNA bakteri sehingga sel bakteri dikontrol
    oleh DNA virus. DNA virus bereplikasi sehingga komponen virus terbentuk, seperti
    ekor dan serat ekor.
  4. Pembentukan virus baru.
  5. Sel bakteri mengalami lisis, virus baru terbentuk dan keluar dari sel.
  6. DNA virus menyisip ke dalam DNA bakteri.
  7. DNA bakteri melakukan pembelahan bersama DNA virus.
  8. Sel bakteri baru yang mengandung DNA virus telah terbentuk.

Bagaimana dengan penjelasan diatas? Mudah dipahami bukan. Yups sekarang kita memiliki pengetahuan baru yaitu replikasi virus atau reprosduksi virus memiliki dua macam siklus yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Jika dirasa informasi ini bermanfaat silahkan bagikan kepada yang lainya ya dengan menglike atau membagikannya pada sosial media anda.

Rujukkan

  1. Rikky et al. (2007). Mudah dan aktif belajar biologi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
  2. Campell, A. (1998). Biologi. California: The Benjamins Cummings Pubishing Company

Ingin mengutip artikel ini dalam esai, tulisan, atau laporan Anda? Gunakan format berikut: Yulius Lumban Tobing, "Replikasi Virus," [Online]Tersedia di Ayo Belajar Sains, June 13, 2016, http://www.ayobelajarsains.com/replikasi-virus/.

 

Reply